Kenaikan Gaji Bukan Hanya Soal Angka: Ini Cara Menghitungnya dengan Benar

💡

Too long to read?

Let ChatGPT summarize this Smart Salary article for you in seconds.

Kenaikan gaji merupakan salah satu kebijakan strategis yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan karyawan dan stabilitas bisnis perusahaan. Bagi HR dan pimpinan perusahaan, keputusan ini tidak dapat dilakukan secara intuitif atau sekadar mengikuti kebiasaan tahunan. Diperlukan pendekatan yang terukur, transparan, serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. 

Oleh karena itu, memahami cara menghitung kenaikan gaji karyawan menjadi kebutuhan mendasar dalam pengelolaan sumber daya manusia yang profesional.

Mengapa Perhitungan Kenaikan Gaji Tidak Bisa Dilakukan Sembarangan?

Kenaikan gaji bukan hanya persoalan penambahan nominal pada penghasilan karyawan. Di baliknya, terdapat implikasi terhadap struktur biaya perusahaan, keadilan internal, serta persepsi karyawan terhadap manajemen.

Tanpa metode yang jelas, perusahaan berisiko menghadapi ketimpangan upah, beban payroll yang tidak terkendali, hingga menurunnya kepercayaan karyawan. Dengan menerapkan cara menghitung kenaikan gaji karyawan yang sistematis, perusahaan dapat menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis dan kesejahteraan tenaga kerja.

Aturan Kenaikan Gaji Karyawan Menurut Undang-Undang

Secara hukum, kenaikan gaji memang tidak diwajibkan setiap tahun. Namun, kebijakan pengupahan tetap harus mengacu pada regulasi ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia. Beberapa aturan yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan antara lain:

  • Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang menjamin hak pekerja atas penghasilan yang layak.
  • Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, yang memperbarui ketentuan terkait sistem pengupahan.
  • Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, yang mewajibkan perusahaan menyusun struktur dan skala upah.
  • Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 18 Tahun 2022, terkait penetapan upah minimum.

Regulasi ini menegaskan bahwa setiap kebijakan gaji, termasuk penyesuaian dan kenaikan, harus didasarkan pada struktur yang objektif dan transparan.

Faktor yang Memengaruhi Kenaikan Gaji Karyawan

Sebelum masuk ke perhitungan teknis, perusahaan perlu memahami variabel yang memengaruhi keputusan kenaikan gaji. Faktor yang memengaruhi kenaikan gaji karyawan umumnya meliputi:

  • Kinerja dan kontribusi individu
  • Kemampuan finansial serta arus kas perusahaan
  • Penyesuaian terhadap upah minimum
  • Tingkat inflasi dan biaya hidup
  • Jabatan, kompetensi, dan masa kerja
  • Strategi retensi serta daya saing perusahaan

Cara Menghitung Kenaikan Gaji Karyawan Contoh Perhitungannya

cara menghitung kenaikan gaji karyawan
Kenaikan gaji bukan sekadar angka, tetapi bagian dari strategi pengelolaan SDM yang berdampak langsung pada kinerja bisnis. Sumber foto: Pexels – Tima Miroshnichenko

Agar kebijakan kenaikan gaji dapat diterapkan secara konsisten dan objektif, perusahaan perlu memahami penerapan masing-masing metode perhitungan. Berikut contoh penerapan cara menghitung kenaikan gaji karyawan berdasarkan tiga pendekatan yang paling umum digunakan.

1. Contoh Perhitungan Kenaikan Gaji Berdasarkan Upah Minimum

Metode ini digunakan ketika gaji karyawan perlu disesuaikan dengan upah minimum terbaru yang ditetapkan pemerintah. Pendekatan ini umumnya diterapkan untuk menjaga kepatuhan perusahaan terhadap regulasi pengupahan.

Data:

  • Gaji pokok saat ini: Rp4.900.000
  • Upah Minimum terbaru: Rp5.200.000

Rumus:
Upah Minimum Baru − Gaji Pokok Saat Ini

Perhitungan:
Rp5.200.000 − Rp4.900.000 = Rp300.000

Hasil:
Gaji baru karyawan menjadi Rp5.200.000.

2. Contoh Perhitungan Kenaikan Gaji Berdasarkan Inflasi

Pendekatan ini bertujuan menjaga daya beli karyawan agar tidak tergerus kenaikan biaya hidup. Cara ini cocok digunakan sebagai penyesuaian tahunan yang bersifat umum bagi seluruh karyawan.

Data:

  • Gaji pokok saat ini: Rp6.000.000
  • Tingkat inflasi tahunan: 4%

Rumus:
Gaji Pokok × Persentase Inflasi

Perhitungan:
Rp6.000.000 × 4% = Rp240.000

Hasil:
Gaji baru karyawan menjadi Rp6.240.000.

3. Contoh Perhitungan Kenaikan Gaji Berbasis Kinerja

Cara perhitungan ini mengaitkan kenaikan gaji dengan hasil evaluasi kinerja individu dan paling sering digunakan dalam sistem manajemen kinerja modern.

Data:

  • Gaji pokok saat ini: Rp6.500.000
  • Persentase kenaikan hasil evaluasi kinerja: 6%

Rumus:
Gaji Pokok × Persentase Kenaikan Berdasarkan Kinerja

Perhitungan:
Rp6.500.000 × 6% = Rp390.000

Hasil:
Gaji baru karyawan menjadi Rp6.890.000.

Tantangan HR dalam Implementasi Kenaikan Gaji

Dalam praktiknya, HR sering menghadapi tantangan seperti keterbatasan anggaran, perbedaan ekspektasi antar karyawan, serta kompleksitas administrasi payroll. Tanpa sistem yang tertata, proses ini rawan kesalahan dan konflik internal.

Di sinilah konsistensi dalam cara menghitung kenaikan gaji karyawan menjadi krusial, agar keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan secara data dan kebijakan.

Tips Mengelola Kenaikan Gaji yang Efektif

Agar kebijakan kenaikan gaji berjalan optimal dan berkelanjutan, berikut tips mengelola kenaikan gaji yang efektif bagi perusahaan:

  • Susun dan evaluasi struktur serta skala upah secara berkala
  • Gunakan data kinerja sebagai dasar utama pengambilan keputusan
  • Lakukan simulasi anggaran sebelum menetapkan persentase kenaikan
  • Komunikasikan kebijakan secara terbuka dan profesional
  • Pastikan proses administrasi payroll berjalan akurat

Peran Software Payroll dalam Mendukung Kebijakan Gaji

Seiring meningkatnya kompleksitas pengelolaan SDM, banyak perusahaan mulai mengandalkan teknologi untuk mendukung proses penggajian. Software payroll memungkinkan perhitungan gaji, kenaikan, dan dokumentasi dilakukan secara lebih efisien dan minim kesalahan.

Dalam hal ini, software payroll dari SmartSalary dapat menjadi solusi pendukung bagi perusahaan yang ingin memastikan pengelolaan gaji berjalan rapi, transparan, dan sesuai regulasi. Dengan sistem yang terintegrasi, HR dapat melakukan simulasi kenaikan gaji, menjaga konsistensi perhitungan, serta mengurangi beban administratif tanpa mengganggu fokus strategis perusahaan.

Kenaikan Gaji Bukan Sekadar Angka, Tapi Strategi Bisnis

Kebijakan kenaikan gaji yang dikelola dengan baik mencerminkan kedewasaan manajemen dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis dan kesejahteraan karyawan. Dengan memahami dan menerapkan cara menghitung kenaikan gaji karyawan secara tepat, perusahaan dapat membangun sistem pengupahan yang adil, transparan, dan berkelanjutan.

Didukung oleh pemahaman regulasi, pertimbangan faktor yang relevan, serta pemanfaatan teknologi payroll yang tepat, kebijakan kenaikan gaji dapat menjadi alat strategis untuk menjaga loyalitas karyawan sekaligus kesehatan bisnis dalam jangka panjang.

Jadwalkan Demo sekarang agar SmartSalary bisa memberikan solusi terbaik untuk perusahaan Anda!

WhatsApp
×
Scan QR

Scan to Chat

Scroll to Top