Too long to read?
Let ChatGPT summarize this Smart Salary article for you in seconds.
Dalam mengelola sebuah perusahaan, sistem penggajian sering kali menjadi aspek yang paling sensitif sekaligus krusial. Sebagai pemberi kerja, Anda tentu memahami bahwa gaji bukan sekadar angka yang ditransfer setiap bulan, melainkan bentuk apresiasi atas kontribusi talenta yang memajukan bisnis. Namun, menyusun struktur upah yang adil dan sesuai regulasi memerlukan pemahaman mendalam mengenai berbagai komponen gaji karyawan.
Ketidaktelitian dalam menyusun komponen ini tidak hanya berisiko memicu ketidakpuasan staf, tetapi juga dapat menimbulkan sengketa hukum dengan pihak otoritas ketenagakerjaan.
Transparansi dalam pengupahan adalah kunci utama untuk membangun kepercayaan di lingkungan kerja. Ketika setiap anggota tim memahami apa saja yang membentuk pendapatan mereka, moral kerja akan terjaga dan produktivitas pun meningkat.
Apa Itu Komponen Gaji Karyawan?

Secara mendasar, pengertian komponen gaji karyawan adalah bagian-bagian atau elemen penyusun yang membentuk total pendapatan yang diterima oleh seorang pekerja dalam satu periode tertentu. Struktur ini biasanya terdiri dari berbagai jenis imbalan, mulai dari yang sifatnya tetap hingga variabel yang bergantung pada performa atau kehadiran.
Pahami bagaimana cara memisahkan antara upah inti dengan tunjangan-tunjangan pendukung lainnya. Hal ini dikarenakan setiap elemen memiliki perlakuan pajak (PPh 21) dan perhitungan iuran jaminan sosial yang berbeda-beda.
Komponen Gaji Menurut Undang-Undang Ketenagakerjaan
Di Indonesia, kebijakan pengupahan diatur secara ketat untuk melindungi hak pekerja dan memberikan kepastian bagi pengusaha. Regulasi utama yang menjadi acuan adalah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang kemudian diperbarui melalui UU Cipta Kerja dan secara spesifik dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.
Berdasarkan regulasi tersebut, komponen gaji karyawan di Indonesia secara umum terdiri dari:
- Upah Tanpa Tunjangan: Upah murni yang diberikan kepada pekerja.
- Upah Pokok dan Tunjangan Tetap: Struktur di mana upah pokok minimal harus berjumlah 75% dari total jumlah upah pokok dan tunjangan tetap.
- Upah Pokok, Tunjangan Tetap, dan Tunjangan Tidak Tetap: Kombinasi lengkap yang disesuaikan dengan kebijakan internal perusahaan.
Ragam Elemen dalam Komponen Gaji Karyawan Swasta

Untuk sektor profesional, komponen gaji karyawan swasta biasanya lebih bervariasi tergantung pada jabatan, masa kerja, dan kebijakan perusahaan masing-masing. Berikut adalah penjelasan detail mengenai elemen-elemen tersebut:
1. Gaji Pokok
Gaji pokok merupakan imbalan dasar yang nilainya ditentukan berdasarkan tingkat jabatan atau jenis pekerjaan.
Faktor yang memengaruhi:
- Skala upah perusahaan
- UMP/UMK yang berlaku
- Kualifikasi pendidikan
- Pengalaman kerja
Cara Perhitungan:
Biasanya ditetapkan sebagai nilai tetap bulanan dalam kontrak kerja. Namun, jika dihitung proporsional (prorate), rumusnya adalah (Jumlah Hari Kerja / Hari Kerja Sebulan) x Gaji Pokok.
2. Tunjangan Tetap
Tunjangan yang diberikan secara teratur dan tidak dikaitkan dengan kehadiran atau pencapaian target tertentu. Contohnya adalah tunjangan jabatan atau tunjangan keluarga.
Faktor yang memengaruhi:
- Struktur organisasi
- Status pernikahan/tanggungan karyawan
Contoh: Seorang manajer mendapatkan tunjangan jabatan tetap sebesar Rp2.000.000 setiap bulan terlepas dari berapa hari ia masuk kantor.
3. Tunjangan Tidak Tetap
Berbeda dengan tunjangan tetap, elemen ini diberikan secara tidak tetap dan biasanya dipengaruhi oleh kehadiran atau performa.
Contoh: Tunjangan makan dan tunjangan transportasi yang hanya dibayarkan berdasarkan jumlah kehadiran fisik karyawan di kantor.
Cara Perhitungan: (Jumlah Kehadiran) x (Satuan Tunjangan per Hari). Jika seorang staf absen, maka komponen ini akan berkurang secara otomatis.
4. Upah Lembur
Upah tambahan yang wajib Anda berikan jika karyawan bekerja melebihi waktu kerja standar (lebih dari 40 jam seminggu).
Cara Perhitungan: Merujuk pada rumus pemerintah, yaitu (1/173 x Upah Sebulan) untuk setiap jam lembur, dengan pengali yang meningkat sesuai durasi lembur pada hari kerja atau hari libur.
5. Potongan (Deductions)
Tidak hanya penambah, komponen gaji karyawan juga mencakup potongan wajib seperti iuran BPJS Kesehatan (1% dari karyawan, 4% dari perusahaan), BPJS Ketenagakerjaan (JHT, JKK, JKM, JP), dan Pajak Penghasilan (PPh 21). Ketelitian dalam memotong iuran ini sangat krusial untuk menjaga kepatuhan hukum perusahaan Anda.
Ilustrasi Perhitungan Take Home Pay (THP) Lengkap
Agar Anda mendapatkan gambaran yang lebih nyata, mari kita simulasikan perhitungan total gaji bersih atau Take Home Pay (THP) untuk seorang karyawan swasta di Jakarta dengan asumsi status lajang (TK/0).
Pendapatan (Earnings):
- Gaji Pokok: Rp7.000.000
- Tunjangan Jabatan (Tetap): Rp1.000.000
- Tunjangan Makan (Tidak Tetap – 20 hari hadir): Rp1.000.000 (Rp50.000/hari)
Total Gaji Bruto: Rp9.000.000
Potongan (Deductions):
- BPJS Kesehatan (1%): Rp90.000 (batas maksimal tertentu berlaku)
- BPJS Ketenagakerjaan (JHT 2%): Rp140.000 (dari gaji pokok + tunjangan tetap)
- PPh 21 (Estimasi Teratur): Rp150.000
Total Potongan: Rp380.000
Perhitungan Take Home Pay: Total Gaji Bruto (Rp9.000.000) – Total Potongan (Rp380.000) = Rp8.620.000
Melalui ilustrasi ini, Anda bisa melihat bahwa pemahaman atas setiap komponen gaji karyawan sangat menentukan hasil akhir yang diterima oleh staf di rekening mereka.
Perhitungan Penggajian (Payroll) Lebih Cepat dan Mudah dengan Smart Salary
Mengelola seluruh komponen gaji karyawan secara manual menggunakan hamparan data (spreadsheet) tentu sangat berisiko. Selain memakan waktu berjam-jam setiap bulannya, potensi kesalahan hitung (human error) sangat tinggi, yang bisa berujung pada protes karyawan atau denda pajak. Anda membutuhkan sistem yang mampu mengotomatisasi seluruh proses ini dengan presisi tinggi.
Smart Salary hadir sebagai solusi HRIS dan Payroll modern yang dirancang untuk menangani kompleksitas pengupahan di Indonesia. Dengan Smart Salary, Anda cukup mengintegrasikan data kehadiran, lembur, dan database karyawan ke dalam satu platform.
Sistem akan secara otomatis menghitung setiap elemen dalam komponen gaji karyawan, termasuk potongan pajak PPh 21 dan iuran BPJS secara real-time. Hasilnya? Proses penggajian yang biasanya memakan waktu berhari-hari kini dapat Anda selesaikan hanya dalam hitungan menit, dengan tingkat akurasi yang tak terbantahkan.
Solusi Cerdas untuk Manajemen Upah yang Akurat
Struktur pengupahan yang rapi adalah cerminan profesionalisme perusahaan Anda. Dengan memahami dan menerapkan setiap komponen gaji karyawan sesuai regulasi yang berlaku, Anda telah melangkah maju dalam menjaga keharmonisan hubungan industrial di kantor.
Jangan biarkan urusan administrasi menghambat fokus Anda dalam mengembangkan inovasi bisnis. Saatnya beralih menggunakan teknologi Smart Salary untuk memastikan pengelolaan gaji tim Anda berjalan transparan, tepat waktu, dan bebas stres setiap bulannya.



