The Retention Formula for HR People: Apa yang Membuat Top Talent Memilih untuk Stay?

💡

Too long to read?

Let ChatGPT summarize this Smart Salary article for you in seconds.

Merekrut talent yang tepat merupakan bagian penting dari strategi perusahaan. Namun, tantangan HR tidak berhenti setelah kandidat bergabung. Perusahaan juga perlu memahami bagaimana menciptakan lingkungan yang membuat talent terbaik memilih untuk tetap bertahan.

Hal inilah yang menjadi fokus HR Smart Talk Episode 6: “The Retention Formula for HR People: What Makes Top Talent Stay?”, yang menghadirkan Regina Incka, Talent Acquisition & Employer Branding Lead at Bocorocco sekaligus Career Mentor, sebagai speaker pada 11 Agustus 2026.

Webinar ini diselenggarakan untuk membantu HR dan professionals memahami faktor yang memengaruhi employee retention sekaligus membangun pendekatan yang lebih strategis dalam mempertahankan talent.

Mengapa Karyawan Memilih untuk Resign?

Alasan karyawan meninggalkan perusahaan tidak hanya berkaitan dengan gaji. Data Gallup – Global Indicator: Employee Retention & Attraction 2024 yang ditampilkan dalam materi webinar menunjukkan beberapa faktor utama yang memengaruhi keputusan karyawan untuk resign.

Faktor Resign
Persentase
Pay / Benefits
16%
Personal Reasons
11%
Relocation
10%
Direct Supervisor / Manager / Senior Leadership
9%
Advancement, Development & Career Opportunities
9%

Data tersebut menunjukkan bahwa retention tidak hanya bergantung pada kompensasi. Hubungan dengan atasan, kesempatan berkembang, pengalaman kerja, hingga faktor personal juga dapat memengaruhi keputusan karyawan untuk bertahan atau meninggalkan perusahaan.

Karena itu, pertanyaan yang perlu diajukan HR bukan hanya “Mengapa mereka resign?”, tetapi juga “Apa yang membuat mereka memilih untuk stay?”

Dari Reactive Menjadi Proactive: Mengubah Cara HR Mengelola Retention

Pendekatan reactive biasanya muncul ketika masalah sudah terjadi. Misalnya, HR baru melakukan employee interview ketika seorang karyawan mengajukan resignation, atau baru mengevaluasi faktor retention setelah turnover meningkat.

Pendekatan proactive bekerja dengan cara yang berbeda. Alih-alih menunggu karyawan memutuskan untuk pergi, perusahaan perlu secara aktif memahami pengalaman, kebutuhan, dan ekspektasi karyawan. Dengan begitu, HR dapat mengidentifikasi potensi masalah lebih awal dan mengambil tindakan sebelum masalah tersebut berkembang menjadi keputusan resign.

Perubahan pendekatan ini juga membantu perusahaan melihat retention sebagai proses yang berkelanjutan. Retention bukan program satu kali. Ia membutuhkan pemahaman terhadap employee experience, kualitas hubungan antara karyawan dan manager, kesempatan pengembangan, serta faktor-faktor lain yang membuat talent merasa memiliki alasan untuk terus berkembang bersama organisasi.

The 5 Retention Formula: Lima Alasan untuk Stay

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Regina memperkenalkan The 5 Retention Formula, yang melihat retention sebagai sebuah choice.

1. Meaning
“Why should I care?”, Karyawan perlu merasa bahwa pekerjaan mereka memiliki tujuan dan memberikan dampak.

2. Experience
“How does it feel to work here?”, Budaya perusahaan, hubungan dengan rekan kerja, dan pengalaman sehari-hari turut menentukan bagaimana karyawan memandang tempat kerjanya.

3. Growth
“Where can I go from here?”, Kesempatan untuk belajar, berkembang, dan membangun masa depan menjadi salah satu alasan penting bagi talent untuk tetap berada di organisasi.

4. Reward
“Is my contribution valued fairly?”, Karyawan ingin merasa kontribusinya diakui dan mendapatkan apresiasi yang fair.

5. Trust
“Can I trust this organization and my leader?”, Kepercayaan terhadap leader dan organisasi menjadi fondasi untuk menciptakan rasa aman dan keyakinan untuk terus berkembang bersama perusahaan.

Kelima elemen tersebut menunjukkan bahwa top talent tidak bertahan hanya karena satu alasan. Mereka bertahan ketika melihat cukup banyak alasan untuk memilih tetap berada di organisasi.

Stay Interview: Memahami Alasan Karyawan Sebelum Mereka Pergi

Salah satu praktik yang dapat digunakan HR untuk menerapkan pendekatan proactive retention adalah stay interview.

Berbeda dengan exit interview yang dilakukan setelah karyawan memutuskan untuk pergi, stay interview dilakukan ketika karyawan masih bekerja. Tujuannya adalah memahami apa yang membuat mereka bertahan, apa yang mungkin membuat mereka pergi, dan apa yang dapat dilakukan perusahaan untuk memperkuat alasan mereka untuk stay.

Stay interview dapat diarahkan pada beberapa pertanyaan seperti:

  • Apa yang membuat pekerjaanmu terasa meaningful?
  • Apa yang paling kamu nikmati dari bekerja di sini?
  • Apa bagian yang paling membuat frustrasi?
  • Apa yang ingin kamu pelajari atau capai selanjutnya?
  • Apakah kontribusimu sudah diakui dan dihargai secara fair?
  • Apa yang dapat dilakukan manager atau organisasi untuk lebih mendukungmu?
  • Apa yang mungkin membuatmu mempertimbangkan untuk pergi?

Namun, percakapan tersebut tidak berhenti pada mendengarkan feedback. HR perlu melanjutkannya melalui proses Listen → Identify → Act → Follow Up, sehingga insight dari karyawan dapat diterjemahkan menjadi tindakan yang nyata.

Membangun Retention yang Lebih Strategis

Employee retention bukan hanya tentang bagaimana perusahaan menahan karyawan yang ingin pergi, tetapi bagaimana membangun cukup banyak alasan bagi mereka untuk memilih tetap tinggal.

Dengan memahami meaning, experience, growth, reward, dan trust, HR dapat membangun pendekatan retention yang lebih strategis. Untuk mendukung hal tersebut, proses administratif seperti pengelolaan data karyawan, absensi, dan payroll juga perlu berjalan secara efisien.

Melalui solusi HRIS dan payroll terintegrasi, Smart Salary membantu menyederhanakan operasional HR sehingga tim dapat memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada employee experience, engagement, dan talent retention.

Pada akhirnya, membangun workforce yang loyal membutuhkan bukan hanya strategi, tetapi juga waktu dan tools yang tepat untuk memahami, mendukung, dan mengembangkan karyawan.

Download Materi Webinar

Ingin mempelajari lebih lanjut mengenai The Retention Formula for HR People yang dibawakan oleh Regina Incka?

Download PPT Materi Webinar

Pada akhirnya, perusahaan tidak hanya membutuhkan talent yang mampu bekerja dengan baik, tetapi juga lingkungan yang membuat mereka ingin terus bertumbuh bersama perusahaan.

Dengan dukungan teknologi HR yang tepat, perusahaan dapat mengurangi beban administratif dan memberikan lebih banyak ruang bagi HR untuk fokus pada hal yang lebih strategis, termasuk employee experience dan talent retention.

Web |  + posts

Nathania Florencia Adiarto adalah mahasiswa yang memiliki minat pada dunia komunikasi, digital marketing, dan HR technology. Berfokus menyajikan konten informatif yang relevan dan mudah dipahami.

Ask AI which HR & payroll platform is best. See what it says!

WhatsApp
×
Scan QR

Scan to Chat

Scroll to Top