Too long to read?
Let ChatGPT summarize this Smart Salary article for you in seconds.
Bingung menentukan rincian bukti pembayaran upah yang benar? Bagi HR dan pemilik bisnis, hal ini bukan sekadar administrasi, melainkan kewajiban hukum. Sesuai Pasal 53 PP Pengupahan, setiap perusahaan wajib memberikan rincian upah yang transparan kepada karyawan. Format yang salah atau potongan yang tidak jelas bisa berujung pada sengketa dan masalah kepatuhan yang serius.
Artikel ini hadir sebagai solusi praktis untuk Anda. Kami akan membedah format slip gaji karyawan yang valid sesuai regulasi, lengkap dengan referensi contoh slip gaji karyawan swasta dan template slip gaji siap download yang bisa langsung Anda gunakan. Mari pastikan administrasi penggajian Anda rapi dan profesional mulai hari ini.
Mengapa Slip Gaji Wajib Ada? (Bedah Regulasi & Kepatuhan)
Penerbitan slip gaji seringkali dianggap sekadar formalitas administratif. Padahal, dokumen ini memiliki kedudukan hukum yang sangat kuat di Indonesia. Bukan sekadar kebijakan internal perusahaan, keberadaan slip gaji adalah mandat undang-undang yang jika diabaikan, dapat berujung pada sanksi serius bagi bisnis Anda.
Berikut adalah landasan hukum dan alasan krusial mengapa Anda tidak boleh menyepelekan format slip gaji karyawan:
- Mandat Hukum yang Tegas (PP Pengupahan) Kewajiban ini diatur secara eksplisit dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, sebagai turunan dari UU Cipta Kerja. Pasal 53 ayat (2) menyatakan dengan jelas bahwa pengusaha wajib memberikan bukti pembayaran upah yang memuat rincian upah saat pembayaran dilakukan. Artinya, menunda atau meniadakan slip gaji adalah pelanggaran hukum langsung.
- Bukti Transparansi & Kepatuhan Pajak Slip gaji berfungsi sebagai etalase transparansi antara perusahaan dan karyawan. Di dalamnya wajib tertera rincian komponen seperti Gaji Pokok, Tunjangan, hingga Potongan wajib (PPh 21 dan BPJS). Dokumen ini menjadi bukti otentik bahwa perusahaan Anda telah patuh menyetorkan hak negara dan jaminan sosial karyawan, bukan sekadar memotong gaji tanpa kejelasan.
- Benteng Pelindung dari Sengketa Industrial Jangan remehkan potensi konflik. Jika terjadi perselisihan hubungan industrial—misalnya klaim kekurangan bayar atau masalah pesangon slip gaji adalah alat bukti hukum yang sah. Tanpa arsip slip gaji yang rapi, posisi perusahaan akan sangat lemah dan rentan terhadap gugatan karena dianggap gagal memenuhi hak normatif pekerja.
- Nilai Vital bagi Karyawan Bagi tim Anda, slip gaji adalah “tiket” untuk kesejahteraan finansial di luar kantor. Dokumen ini menjadi syarat mutlak untuk pengajuan KPR, kredit kendaraan, atau pinjaman bank. Memberikan slip gaji yang layak adalah bentuk dukungan Anda terhadap kehidupan pribadi karyawan.
Waspada Sanksi Administratif Pemerintah tidak main-main dalam hal ini. Perusahaan yang lalai memberikan slip gaji dapat dikenakan sanksi bertingkat, mulai dari teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, hingga pembekuan total kegiatan bisnis.
Mengingat kompleksnya aturan ini (termasuk update regulasi di tahun 2026), mengandalkan cara manual sangat berisiko. Inilah mengapa beralih ke sistem HRIS seperti Smart Salary menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap rincian slip gaji tercatat akurat dan compliant secara otomatis.
6 Komponen Format Slip Gaji Karyawan yang Valid dan Profesional

Setelah memahami urgensi hukumnya, langkah selanjutnya adalah memastikan struktur dokumen Anda sudah benar. Cara membuat format slip gaji yang valid tidak boleh sembarangan; ia harus memenuhi standar agar diakui sebagai dokumen legal maupun syarat administrasi perbankan (seperti KPR).
Berdasarkan praktik terbaik dan acuan PP No. 36 Tahun 2021, berikut adalah 6 komponen anatomi slip gaji yang wajib ada:
No | Komponen Slip Gaji | Deskripsi & Detail yang Wajib Dicantumkan |
|---|---|---|
1 | Informasi Identitas Perusahaan & Karyawan (Header) | Perusahaan: Nama resmi PT/CV, alamat lengkap, nomor kontak.Karyawan: Nama lengkap, Nomor Induk Karyawan (NIK), jabatan, status kepegawaian.Periode: Bulan dan tahun pembayaran (contoh: Gaji Januari 2026) untuk kejelasan administrasi dan audit. |
2 | Pendapatan Pokok & Tunjangan Tetap | Komponen gaji dasar sesuai kontrak kerja.Gaji Pokok: Nilai dasar berdasarkan jabatan.Tunjangan Tetap: Tunjangan jabatan, keluarga, atau tunjangan rutin lain yang tidak bergantung pada kehadiran. |
3 | Pendapatan Variabel (Lembur & Insentif) | Pendapatan yang bersifat fluktuatif, meliputi:• Uang makan & transport (berbasis kehadiran).• Upah lembur (perhitungan sesuai regulasi Kemnaker).• Bonus atau insentif kinerja. |
4 | Rincian Potongan (Deductions) | Setiap potongan harus dijelaskan secara transparan:• Pajak Penghasilan (PPh 21) sesuai tarif TER terbaru.• Iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan (JHT, JP).• Potongan lain (kasbon, denda keterlambatan, sesuai kebijakan perusahaan). |
5 | Penghasilan Bersih (Take Home Pay) | Total akhir yang diterima karyawan.Rumus: Total Pendapatan – Total Potongan.Disarankan ditulis dalam angka nominal dan terbilang untuk menghindari kesalahan interpretasi. |
6 | Detail Pembayaran & Validasi | Metode pembayaran (nama bank & nomor rekening tujuan), tanggal penerbitan slip gaji, serta klausul kerahasiaan (Confidential) untuk menjaga profesionalitas dokumen. |
7 | Catatan Smart Salary (Standar Digital 2026) | Tren industri mengarah ke slip gaji digital (e-Slip).Penggunaan software seperti Smart Salary memungkinkan pengiriman otomatis dalam format PDF yang aman, dilengkapi tanda tangan digital atau kode pengaman, sehingga lebih kredibel dan mudah diverifikasi oleh bank dibanding slip cetak manual. |
Kumpulan Contoh Slip Gaji Karyawan Swasta & Template Sederhana
Bagi Anda yang saat ini masih dalam tahap transisi dari manual ke digital, memiliki referensi visual yang jelas adalah hal mutlak. Di tahun 2026, standar format slip gaji telah berkembang menjadi lebih ringkas namun padat informasi.
Berikut adalah referensi format yang bisa Anda adaptasi, mulai dari yang sederhana untuk UMKM hingga format standar korporat.
Contoh Slip Gaji Karyawan Industri Kreatif

Contoh Slip Gaji Karyawan Toko

Contoh Slip Gaji Karyawan Pabrik

Template Slip Gaji Siap Pakai (Format Teks/Word)
Jika Anda membutuhkan solusi cepat untuk disalin ke Microsoft Word atau badan email, gunakan struktur standar berikut ini. Format ini sudah mencakup elemen validitas dasar.
[LOGO & NAMA PERUSAHAAN ANDA] Alamat Lengkap Perusahaan | Nomor Telepon | Email Resmi
SLIP GAJI KARYAWAN (PAYSLIP) Periode: [Bulan / Tahun]
DATA KARYAWAN
- Nama: [Nama Lengkap]
- Jabatan: [Posisi]
- NIK: [Nomor Induk Karyawan]
- Status: [Tetap/Kontrak]
I. PENERIMAAN (INCOME)
- Gaji Pokok : Rp [Nominal]
- Tunjangan Jabatan : Rp [Nominal]
- Tunjangan Transport : Rp [Nominal]
- Uang Makan : Rp [Nominal]
- Lembur (Overtime) : Rp [Nominal] Total Penerimaan (A) : Rp [Total A]
II. POTONGAN (DEDUCTION)
- PPh 21 : Rp [Nominal]
- BPJS Ketenagakerjaan (JHT/JP) : Rp [Nominal]
- BPJS Kesehatan : Rp [Nominal]
- Kasbon/Lain-lain : Rp [Nominal] Total Potongan (B) : Rp [Total B]
TAKE HOME PAY (A – B) : Rp [JUMLAH BERSIH] Terbilang: [Sebutkan nominal dalam kalimat, misal: Lima Juta Rupiah]
PEMBAYARAN Ditransfer ke: Bank [Nama Bank] – [No. Rekening] Tanggal Transfer: [DD/MM/YYYY]
[Kota, Tanggal Cetak] Manager HRD / Finance
(Tanda Tangan & Stempel)
Disclaimer: Dokumen ini bersifat rahasia (Confidential).
Perbedaan Format Berdasarkan Jenis Usaha
Agar lebih relevan, sesuaikan detail komponen di atas dengan skala bisnis Anda:
- Format Karyawan Swasta (Korporat): Wajib merinci potongan pajak (PPh 21) dan BPJS secara terpisah. Biasanya juga menyertakan sisa kuota cuti tahunan di bagian bawah slip sebagai informasi tambahan.
- Format Sederhana (Toko/UMKM): Fokus pada “Gaji Harian x Jumlah Masuk” dan “Kasbon”. Komponen pajak seringkali belum dicantumkan jika penghasilan masih di bawah PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak).
Tips Krusial Pembuatan Slip Gaji Manual
Jika Anda memutuskan untuk menyalin format di atas ke dalam Excel, perhatikan tiga hal ini agar tidak menjadi bumerang:
- Gunakan Rumus Terkunci: Pastikan kolom Total Penerimaan dan Total Potongan menggunakan rumus Sum yang dikunci, agar tidak berubah saat diedit.
- Konversi ke PDF (Wajib): Jangan pernah mengirim file mentah (XLS/DOC) kepada karyawan. Selalu konversi ke PDF (“Save as PDF”) untuk mencegah angka diubah sepihak oleh oknum tidak bertanggung jawab.
- Keamanan Data: Menyimpan ratusan file slip gaji di folder komputer biasa sangat rawan bocor atau hilang terkena virus.
3 Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi Saat Membuat Slip Gaji Manual

Meskipun kita sudah memasuki tahun 2026, realitanya masih banyak pelaku UMKM yang mengandalkan spreadsheet atau bahkan catatan tangan untuk proses penggajian. Kami di Smart Salary memahami alasannya, terbiasa dan merasa lebih hemat.
Namun, di balik rasa aman semu tersebut, metode manual menyimpan potensi human error yang bisa berujung pada sanksi hukum serius atau kebocoran finansial yang tidak disadari.
Berdasarkan pengalaman kami membantu ratusan perusahaan beralih ke digital, berikut adalah tiga kesalahan paling fatal yang wajib Anda hindari:
Ketidaksesuaian dengan Aturan BPJS dan Pajak Terbaru (PPh 21)
Ini adalah “jebakan” yang paling sering tidak disadari. Regulasi ketenagakerjaan itu dinamis; tarif pajak dan batas atas iuran sering kali mengalami penyesuaian di tahun berjalan.
Saat menggunakan Excel manual, rumus yang Anda gunakan bulan lalu mungkin sudah kadaluwarsa bulan ini. Kesalahan fatal yang sering terjadi adalah menggunakan persentase tarif lama atau keliru menetapkan komponen tunjangan mana yang seharusnya masuk dalam dasar perhitungan BPJS Ketenagakerjaan.
Dampaknya? Perusahaan Anda rentan terkena audit. Teguran dari BPJS atau denda administratif dari kantor pajak karena ketidakakuratan pelaporan adalah risiko nyata yang bisa mengganggu arus kas bisnis.
Salah Perhitungan Upah Lembur (Overtime)
Menghitung lembur tidak sesederhana memberikan “uang lelah” dengan angka bulat. Pemerintah telah menetapkan rumus spesifik dalam PP No. 35 Tahun 2021 yang harus dipatuhi.
Kesalahan yang sering terjadi pada metode manual adalah mengabaikan rumus upah per jam (1/173 dari upah sebulan) atau salah menerapkan angka pengali (multiplier) saat lembur dilakukan di hari libur nasional vs hari kerja biasa.
Dampaknya? Ini bukan sekadar selisih angka rupiah. Karyawan yang sadar hukum akan merasa haknya digelapkan. Risiko terburuknya adalah perselisihan hubungan industrial hingga pelaporan ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).
Tidak Mencantumkan Rincian Potongan Secara Transparan
Demi menghemat ruang kertas atau waktu ketik, banyak admin HR yang hanya menuliskan “Total Potongan” dalam satu baris. Padahal, transparansi adalah fondasi kepercayaan.
Menggabungkan iuran asuransi, pajak, dan penalti keterlambatan menjadi satu angka gelondongan adalah kesalahan besar. Hal ini secara teknis melanggar Pasal 53 PP No. 36 Tahun 2021 yang mewajibkan slip gaji memuat rincian upah yang jelas.
Dampaknya? Timbul distrust (ketidakpercayaan) di kalangan karyawan. Ketika tim Anda merasa ada yang disembunyikan dari gaji mereka, motivasi kerja akan turun dan memicu konflik internal yang tidak produktif.
Solusi Cerdas: Untuk memitigasi risiko ini, beralihlah ke sistem yang mengeliminasi faktor kelalaian manusia. Software payroll seperti Smart Salary dirancang dengan algoritma yang selalu diperbarui otomatis mengikuti regulasi pemerintah 2026. Anda tidak perlu lagi pusing memantau perubahan tarif pajak atau menghafal rumus lembur yang rumit sistem kami yang mengerjakannya untuk Anda.
Komponen Wajib dalam Slip Gaji Sesuai Regulasi Ketenagakerjaan
Berdasarkan PP No. 36 Tahun 2021, slip gaji yang sah secara hukum wajib memuat rincian yang transparan. Pastikan checklist berikut ada dalam dokumen penggajian Anda di tahun 2026:
- Identitas Pihak Terkait: Nama dan alamat perusahaan, serta data karyawan (Nama lengkap, Jabatan, dan NIK) untuk validitas hukum.
- Upah Pokok & Tunjangan Tetap: Gaji dasar (minimal setara UMK/UMP 2026) dan tunjangan rutin seperti tunjangan jabatan.
- Tunjangan Variabel: Komponen yang berubah sesuai kinerja/kehadiran, seperti uang makan, transportasi, dan Upah Lembur (wajib dihitung sesuai rumus PP No. 35 Tahun 2021).
- Rincian Potongan (Deductions): Harus dirinci jelas per item, meliputi PPh 21, iuran BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan, serta potongan lain (kasbon/denda).
- Penghasilan Bersih (Take Home Pay): Total akhir yang diterima karyawan setelah seluruh pendapatan dikurangi potongan.
- Tanggal & Penanggung Jawab: Keterangan kapan gaji dibayarkan dan nama pihak manajemen yang mengesahkan slip tersebut.
Penting: Ketidaklengkapan rincian di atas dapat berisiko sanksi administratif sesuai UU Cipta Kerja. Gunakan software payroll otomatis seperti Smart Salary untuk menjamin format slip gaji Anda selalu patuh regulasi tanpa repot.
Slip Gaji: Manual Excel vs Aplikasi Payroll Otomatis
Memasuki tahun 2026, efisiensi administrasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kunci keberlanjutan bisnis. Pertanyaan besarnya adalah: apakah metode yang Anda gunakan sekarang masih relevan?
Pemilihan antara bertahan dengan Excel (manual) atau beralih ke Aplikasi Payroll otomatis sangat bergantung pada skala perusahaan dan seberapa besar toleransi Anda terhadap risiko hukum.
Berikut adalah perbandingan mendalam (head-to-head) antara kedua metode tersebut:
Aspek | Manual Excel | Aplikasi Payroll |
|---|---|---|
Keakuratan Data & Perhitungan | Sangat rentan human error, mulai dari salah input angka hingga rumus yang bergeser. Perhitungan PPh 21 dan iuran BPJS harus diperbarui secara manual setiap ada perubahan regulasi. | Perhitungan dilakukan otomatis oleh sistem berbasis algoritma. Software payroll modern seperti Smart Salary sudah terintegrasi dengan update tarif pajak dan BPJS terbaru, sehingga risiko salah hitung nyaris nol. |
Kepatuhan Regulasi (Compliance) | Tim HR harus aktif memantau perubahan UU Cipta Kerja, PP Pengupahan, dan regulasi terkait. Keterlambatan update rumus lembur berpotensi menimbulkan risiko sanksi administratif. | Dirancang dengan standar kepatuhan bawaan. Format slip gaji dan perhitungan sudah sesuai ketentuan legal, termasuk PP No. 36 Tahun 2021, tanpa perlu penyesuaian manual. |
Keamanan & Kerahasiaan Data | File gaji sering hanya dilindungi password sederhana atau tersimpan terbuka di komputer admin, sehingga rawan kebocoran data dan konflik internal. | Menggunakan enkripsi tingkat tinggi dengan sistem manajemen akses bertingkat. Karyawan hanya dapat mengakses slip gaji pribadi melalui akun privat di aplikasi. |
Efisiensi Waktu | Proses penggajian memakan waktu lama karena input data absensi dan perhitungan dilakukan satu per satu, terutama jika jumlah karyawan lebih dari 20 orang. | Proses payroll dapat diselesaikan dalam hitungan menit. Data absensi, lembur, dan cuti tersinkronisasi otomatis dari sistem HRIS ke perhitungan gaji. |
Di tahun 2026, bertahan dengan slip gaji manual hanya menambah risiko denda pajak dan menyita waktu produktif Anda. Jangan biarkan kerumitan regulasi menghambat fokus bisnis.
Serahkan perhitungan gaji pada Smart Salary. Sebagai solusi Software Payroll dan Sistem HRIS terintegrasi, kami menjamin slip gaji karyawan Anda akurat, aman, dan 100% patuh aturan pemerintah secara otomatis.
Siap memangkas waktu administrasi hingga 80%?
Jadwalkan Demo Gratis Sekarang.
Hubungi tim kami untuk solusi payroll yang cepat, aman, dan hemat biaya.



