Too long to read?
Let ChatGPT summarize this Smart Salary article for you in seconds.
Pengelolaan payroll seringkali dipersepsikan sebagai proses administratif rutin: menghitung gaji, memotong pajak, dan mentransfer pembayaran. Padahal dalam praktiknya, payroll merupakan sistem strategis yang menyentuh aspek regulasi ketenagakerjaan, struktur organisasi, keadilan internal, hingga kepatuhan pajak.
Melalui webinar Payroll Compliance 101 yang diselenggarakan secara online via Zoom pada Kamis, 19 Februari 2026 pukul 13.00–16.00 WIB, HRIndo Society bersama Smart Salary membedah secara komprehensif bagaimana perusahaan dapat membangun sistem pengupahan yang tidak hanya akurat secara angka, tetapi juga kuat secara regulasi dan berkelanjutan secara bisnis.

Webinar ini menghadirkan sesi materi dari HRIndo sebagai komunitas profesional HR, serta sesi lanjutan dari Smart Salary yang membahas praktik implementasi payroll dalam sistem yang terintegrasi.
Bagi Anda yang belum sempat mengikuti sesi ini, berikut rangkuman insight penting yang dapat langsung diaplikasikan dalam pengelolaan pengupahan di organisasi Anda.
Payroll Bukan Sekadar Hitung Gaji: Apa Saja yang Harus Dipahami?
Payroll sering dimaknai sebagai proses penghitungan gaji dan transfer rutin setiap bulan. Padahal, payroll berdampak langsung pada hak karyawan dan kepatuhan hukum perusahaan. Webinar menegaskan: kesalahan sederhana dalam sistem pengupahan bisa berujung bukan hanya pada kesalahan finansial, tetapi juga risiko hukum dan perselisihan industrial.
Payroll berhubungan erat dengan:
- Aturan struktur & skala upah
- Komponenisasi upah yang benar
- Perhitungan lembur dan THR
- Perhitungan BPJS dan PPh 21
Tanpa pemahaman yang tepat, perusahaan bisa berisiko membayar denda, sanksi administratif, atau menghadapi tuntutan karyawan.
Apa yang Disampaikan HRIndo di Sesi Pertama?
HRIndo membuka sesi dengan membahas landasan regulasi pengupahan di Indonesia. Hal yang ditegaskan adalah: pengupahan bukan sekadar urusan nominal, tetapi juga harus selaras dengan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.
Beberapa poin insight pentingnya:
1. Regulasi Pengupahan & Ketentuan Dasar
Webinar menjelaskan bahwa dasar hukum pengupahan di Indonesia diatur dalam berbagai dokumen, di antaranya adalah UU Ketenagakerjaan, UU Cipta Kerja, PP Pengupahan, hingga Permenaker terbaru. Pemahaman regulasi ini penting Anda miliki karena menjadi landasan perhitungan upah, THR, dan komponen lainnya.
HRIndo juga menekankan bahwa perusahaan harus memahami struktur upah yang diakui oleh regulasi, bukan sekadar preferensi internal.
2. Struktur & Skala Upah (SSU): Pilar Fairness Internal
SSU adalah mekanisme objektif untuk menempatkan jabatan dalam grading yang jelas, dengan rumusan evaluasi yang masuk akal. Tanpa SSU:
- Evaluasi performa jadi subjektif
- Klaim keadilan internal mudah muncul
- Konflik tenaga kerja berpotensi meningkat
Webinar kemarin menjelaskan bagaimana menyusun SSU dengan pendekatan yang dapat dipertanggungjawabkan secara regulatif dan operasional.
Detail Teknis yang Sering Terlewatkan Tapi Penting
Dalam sesi webinar, HRIndo memberikan banyak contoh aplikasi teknis yang sering terabaikan dalam praktik payroll harian.
1. Lembur Bukan Sekadar 1,5 × Jam Kerja
Banyak perusahaan memahami lembur hanya sekadar hitungan jam. Padahal:
- Hitungan lembur dihitung dari Upah Sejam (1/173 dari upah bulanan)
- Batas maksimal lembur per hari dan per minggu memiliki ketentuan tegas
- Adanya kewajiban makan dan istirahat jika lembur melebihi 3 jam
Hal-hal teknis seperti ini sering jadi sumber kesalahan payroll yang tidak disadari.
2. THR: Bukan Bonus, Tapi Hak Normatif
THR bukan bonus. THR adalah hak karyawan dan wajib dibayarkan sesuai ketentuan karena pengelolaan THR yang salah bisa berdampak pada reputasi organisasi dan potensi komplain karyawan.
| Pekerja dengan masa kerja ≥ 12 bulan: 1 bulan upah penuh |
| Pekerja dengan masa kerja < 12 bulan: proporsional |
BPJS & PPh 21: Komponen Pajak dan Kepatuhan yang Harus Anda Kuasai
Webinar juga membahas bagaimana payroll berinteraksi dengan dua komponen penting.
BPJS Ketenagakerjaan & Kesehatan | Perusahaan wajib mendaftarkan pekerja dan melakukan iuran sesuai persentase yang berlaku. Kesalahan perhitungan BPJS bisa berdampak pada denda administratif dan sengketa. |
PPh 21 | Perhitungan PPh 21 kini menggunakan pendekatan Tarif Efektif Rata-rata (TER) sesuai PP terbaru. Ini memengaruhi pemotongan pajak bulanan, rekonsiliasi tahunan, dan kepatuhan pelaporan. |
Kedua komponen ini kerap menjadi pendorong audit internal dan eksternal jika tidak diatur dengan baik.
Smart Payroll: Dari Teori Regulasi ke Praktik yang Sistematis
Webinar menegaskan satu insight krusial: teori payroll yang baik harus diimplementasikan melalui sistem yang akurat dan terintegrasi. Manual processing di Excel saja tanpa sistem dapat meningkatkan risiko kesalahan.
Di sesi Smart Salary, dijelaskan bagaimana payroll dapat diotomatisasi secara compliant dengan regulasi terbaru. Dengan sistem berbasis regulasi otomatis, perusahaan Anda mampu:
- Menurunkan risiko human error
- Menghasilkan perhitungan payroll yang akurat
- Mengelola BPJS, lembur, THR, dan PPh 21 tanpa kebingungan
- Menyediakan dokumentasi payroll untuk audit
Hal ini juga menjadi nilai tambah saat perusahaan mulai menggabungkan payroll dengan sistem pengelolaan SDM lainnya.
Insight untuk Anda: Apa yang Perlu Dipastikan di Organisasi
Bagi perusahaan yang belum mengikuti webinar, berikut adalah beberapa pertanyaan reflektif untuk dievaluasi:
- Apakah struktur upah perusahaan Anda sesuai dengan regulasi?
- Apakah sistem lembur Anda menghitung sesuai ketentuan hukum?
- Sudahkah BPJS & PPh 21 diatur tanpa kesalahan rata-rata?
- Apakah SSU sudah mendukung fairness internal?
- Apakah sistem payroll Anda terotomatisasi atau masih manual?
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu Anda menentukan area mana yang membutuhkan perbaikan segera dan area mana yang sudah kuat.
Payroll Compliance Bukan Sekadar Kepatuhan, Tetapi Investasi Budaya Perusahaan
Webinar Payroll Compliance 101 membuka wawasan bahwa payroll yang baik adalah fondasi kepercayaan, bukan sekadar kewajiban administratif. Ketika perusahaan mampu mengelola payroll dengan benar, dampaknya terasa di:
- Kepuasan karyawan
- Pengurangan risiko hukum
- Efisiensi operasional
- Reputasi organisasi yang lebih kuat
Kalau Anda ingin memperkuat sistem pengupahan di organisasi secara sistematis dan minim risiko, solusi payroll terintegrasi seperti Smart Salary dapat membantu Anda membangun sistem yang compliant, efisien, dan siap untuk tantangan bisnis ke depan tanpa harus mengorbankan waktu dan tenaga tim HR.



